Defisit APBD Kabupaten Jepara Capai 80 Miliar Rupiah, Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Angkat Suara

Penulis :

Jurnalutama.com (Jateng) – Kabupaten Jepara kembali dihadapkan dengan tantangan keuangan setelah diumumkannya defisit anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 80 Miliar Rupiah.

Ketua DPRD Jepara, Haizul Maarif yang akrab dipanggil Gus Haiz, angkat suara terkait hal ini, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi keuangan daerah yang terus memburuk. Jangan PHP terhadap rakyat.

Hal ini disampaikan saat diminta statment dari awak media setelah Rapat klarifikasi kordinasi TAPD (Tim Anggaran Pendapatan Daerah) terkait Defisit APBD sebesar 80 miliar ini di ruang rapat Setwan, Rabu (14/6/2023).

Menurut Gus Haiz, defisit APBD ini bukanlah hal yang baru bagi Kabupaten Jepara. Ia mengungkapkan bahwa tiga kali pejabat sementara (PJ) Bupati yang mengisi jabatan di Kabupaten Jepara selalu mengajukan perubahan anggaran yang telah dibuat sebelumnya.

Hal ini menjadi indikasi adanya permasalahan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. Ada apa sebenarnya, kok sering berubah – ubah. Ini sangat rentan karena dikhawatirkan ada penyusup yang memanfaatkan perubahan – perubahan ini.

Gus Haiz menegaskan bahwa defisit APBD yang terus meningkat akan berdampak negatif pada berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Jepara. Program-program prioritas yang telah direncanakan dan dianggarkan dapat terancam tidak terlaksana sepenuhnya akibat keterbatasan anggaran.

“DPRD Jepara akan segera mengadakan rapat kerja dengan seluruh pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Jepara dan Badan Anggaran, untuk mencari solusi dalam mengatasi defisit APBD yang terjadi, ” ungkapnya.

Gus Haiz berharap agar ke depannya perencanaan anggaran lebih matang dan pengelolaan keuangan daerah lebih efektif, guna menghindari terjadinya defisit yang merugikan masyarakat Jepara. Diantaranya, mendorong genjot PAD yang potensial.

Pemerintah Kabupaten Jepara sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait defisit APBD ini. Namun, diharapkan langkah konkret akan segera diambil untuk mengatasi masalah keuangan ini dan memastikan kelangsungan pembangunan dan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Jepara.

(Nik)

Komentar