Didit Susilo : IWO Kota Bekasi Harus Menjaga Marwah Jurnalistik Era Digital

Penulis :
Kanal : Berita, Jakarta, Kepulauan Riau, Nasional442 Dilihat

Jurnalutama.com (Jakarta) – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online Kota Bekasi akan melaksanakan Musyawarahnya Besar Daerah 1 (Mubesda) Kamis (8/03/23) atau 2 hari jelang HUT Kota Bekasi ke- 26.

Sebagai organisasi Insan Pers yang masih muda, IWO dituntut bisa memberikan kontribusi dalam penyampaian informasi publik kepada masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan di era digitalisasi informasi, jurnalis dituntut untuk Cerdas dan ber-etika, karena masyarakat telah memiliki kecerdasan tersendiri dalam menyaring informasi yang disampaikan Jurnalis.

Dalam menjawab tantangan tersebut dibutuhkan kehadiran Pers yang profesional, proporsional, kompeten, beretika, bermartabat, taat Kode Etik, taat etika sosial dan taat hukum.

Pengurus Daerah IWO Kota Bekasi harus terus mengedukasi dan memperbaiki marwah jurnalis ke hal-hal yang positif.

Jika Jurnalis Cerdas Beretika, maka pembaca informasi juga akan cerdas. Tata cara penulisan yang by data, berimbang, mencerahkan tidak mengurangi penulisan yang kritis komprehensif.

Sikap kritis tetap harus menjadi pegangan sebagai lembaga penyeimbang dalam mengontrol kekuasaan dan pembangunan. Profesi jurnalis sebagai penyampai pesan, harus menyampaikan kebenaran bukan kebohongan (hoax).

Jurnalis bebas menulis apa saja namun juga memiliki tanggung jawab, karena tulisan hitam dan putih bisa mempengaruhi persepsi publik.

Di tengah tantangan dan berbagai intimidasi baik verbal dan non verbal, tugas wartawan merupakan tugas yang berat, karena seorang wartawan juga dituntut untuk menjadi insan pers yang menjaga keadaban, tindak tanduk serta sopan santun.

Dalam menyampaikan berita, jurnalis harus reformis dan korektif, agar ada keberadaban dalam pemberitaan, untuk menghindari provokatif dan sensasi belaka.

Jurnalis IWO Kota Bekasi harus menjunjung tinggi keadaban online, sehingga dapat membawa nama organisasi wartawan online mendapat kepercayaan dari masyarakat.

IWO Kota Bekasi harus berupaya menjadi corong publik akan jalannya pembangunan. Kritis menyikapi belanja APBD. Harus berani tampil beda untuk menyikapi dugaan penyelewengan APBD, sikap koruptif, kebocoran anggaran dan arogansi berbagai oknum. Harus berani berdiri tegak lurus menyuarakan kebenaran sebagai penyambung lidah publik.

(Donni)

Komentar