Diduga Sekwan Bintan Gelapkan Anggaran Pokir, Tarmizi: Sekwan Bintan Tempat Sarang Korupsi 

Penulis :

Jurnalutama.com (Bintan) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan sangat kaget kehilangan anggaran Pokok-pokok pikiran (Pokirnya- red) setelah melakukan pengecekan ke Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) terkait aspirasi-aspirasi masyarakat yang sudah dimasukkan sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Bintan ke awak Media Jurnalutama.com pada konfirmasi Rabu (20/12/23).

M. Najib mengungkapkan, dirinya merasa sangat kaget ketika mengetahui bahwa data Pokir-nya di Bapelitbang telah hilang semua.

“Setelah kita cek ternyata diambil/digelapkan oleh Sekwan Bintan yang berinisial (FS), yang mana (FS) tersebut dengan sengaja menghilangkan aspirasi-aspirasi masyarakat dimana bahwa pokirnya (pokok-pokok pikiran) senilai 1 Miliar hilang dari data Bapelitbang. Dan atas pengakuan dari Bapelitbang bahwa yang menggeser/mengambil semua kegiatannya adalah Sekwan (FS), ” ujarnya. Rabu (20/12/23).

Dan ketika dikonfirmasi ke Sekwan Riang selaku penanggung jawab di Sekwan, lanjut dia, hpnya tidak pernah aktif dan tidak pernah peduli terhadap kepentingan kepentingan Dewan, ” ucap kesal M.Najib.

Dikesempatan yang sama, Tarmizi yang juga merupakan anggota Dewan DPRD Kabupaten Bintan yang banyak peduli akan kepentingan- kepentingan masyarakat kecil ini sangat merasa aneh dengan apa yang telah dilakukan oleh Sekwan (FS) tersebut.

“Atas pengakuan (FS) bahwa benar pokir pak Najib digeser atas perintah Ketua DPRD Bintan (AW) dan kalau benar apa yang dikatakan oleh (FS) sangat disayangkan sekali sikap Ketua DPRD Bintan yang begitu tamak, sampai-sampai Pokir anggota Dewan yang hanya 1 Miliar pun dirampok, ” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan Tarmizi, Sementara, jatah Pokir ketua DPRD diperkirakan melebihi 10 Miliar karena pernah saya meminta data Pokir unsur pimpinan kepada (FS) ia tidak mau memberi tanpa memberikan alasan apa pun, yang jelas diduga bahwa takut terbongkarnya besarnya masing-masing Pokir bagi unsur pimpinan. Dan perbuatan Sekwan (FS), sangat lah tidak pantas karena apa yang dilakukannya adalah bukan wewenangnya, ” tegasnya.

Dijelaskan Tarmizi, Ternyata selama ini anggota DPRD Bintan selalu dikibuli oleh Sekwan (FS) dengan mengatakan bahwa Pokir- pokir yang sudah masuk datanya tidak bisa digeser kalau sudah Paripurna dan ternyata Pokir anggota digeser, bahkan diambil tanpa seizin yang punya Pokir setelah 1 minggu setelah APBD 2024 disahkan/di Paripurna, ” tegasnya.

Buruknya Sekwan Bintan (FS) dimata Tarmizi bahwa Sekwan Bintan memanfaatkan anggaran yang ada di sekwan untuk kepentingan Sekwan bukan untuk kepentingan Dewannya.

“Banyak pengadaan-pengadaan di Sekwan yang diduga berbau korupsi, seperti pengadaan meubel di setiap Komisi yang tidak sesuai dengan anggaran yang begitu besar, begitu juga dengan pengadaan baju Jas dan lainnya, anggaran besar tapi kualitas bajunya tidak bagus, bahkan ketika ditanya ke tukang jahit, tidak berani transparan berapa besar anggaran buat baju untuk anggota Dewan, ” tambah Tarmizi.

Ditegaskan, diduga kuat ada permainan antara tukang jahit dengan Sekwan, begitu juga untuk pendamping Perjalanan Dinas Dewan yang belakangan ini tidak didampingi oleh pegawai Sekwan dan Dewan dibiarkan begitu saja, ketika berangkat harus mengurus segala administrasi serba sendiri sampai dengan pertemuan, dengan alasan anggaran Perjalanan Dinas pendamping sudah habis. Sementara anggaran Perjalanan Dinas Sekwan jauh lebih besar dari Dewan itu sendiri, diduga Sekwan Bintan adalah tempat sarang korupsi, ” tegas pungkas Tarmizi.

Konfirmasi lanjutan masih dilakukan awak media Jurnalutama.com dengan pihak terkait hingga berita ini diunggah.

(Ratih)

Komentar