KadivPas Kepri Buka Program Rehabilitasi Sosial dan Medis di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang 

Penulis :

Jurnalutama.com (Bintan) – Kepala Divisi Pemasyarakatan (KadivPas) Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau (Kepri) Dannie Firmansyah secara resmi membuka program Rehabilitasi Sosial dan Medis kepada Warga Binaan, di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Kamis (16/5/2024) pagi.

Sejumlah 40 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang mengikuti program Rehabilitasi Sosial dan Medis ini yakni dengan rincian 10 orang  masuk dalam Rehabilitasi Medis dan 30 Orang di Rehabilitasi Medis.

Dikesempatan ini, KadivPas Kanwil Kemenkumham Kepri Dannie Firmansyah mengatakan terkait penanganan rehabilitasi Medis dan Sosial.

“Untuk rehabilitasi Medis nantinya akan ditangani dengan pihak Medis, sedangkan dalam rehabilitasi Sosial, yang kita berikan bekal kepada warga binaan yang bersifat sosial agar ketika kembali kepada masyarakat tidak terulang kembali, ” terangnya saat wawancara.

Dijelaskan Dannie, Nanti yang bisa menentukan itu dari tim medis itu sendiri, apakah mereka masih ketergantungan atau hanya disembuhkan supaya hilang pikiran untuk menggunakan narkoba,” tambahnya.

Adapun tujuan dari program rehabilitasi, lanjut Dannie, supaya kedepannya tidak kembali menggunakan narkotika.

“Kita berharap mereka setelah mengikuti rehabilitasi sosial maupun medis mereka (warga binaan-red) tidak akan mengulangi kembali menggunakan Narkoba,” ujarnya.

Nantinya pada program rehabilitasi sosial maupun medis dibimbing dari tim conselor dan assesor yang telah di tunjuk.

“Kami meminta kepada conselor maupun assesor ini menanamkan kepada mereka untuk jangan sampai menyentuh narkoba lagi,” terangnya.

Dannie menambahkan, kedua program ini hanya ada Lapas Kelas IIA dan Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang yang mendapatkan anggaran dari Kemenkumham pusat khusus Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami berharap bisa merata bukan cuma di Lapas saja, kemarin kami sudah mengusulkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk Lapas Batam jumlah penghuni 1005 orang, 857 orang pengguna narkoba,” tuturnya.

Di waktu yang sama, Kepala BNNK Tanjungpinang Kombes Pol Heryanto juga menyebutkan bahwa program rehabilitasi adalah untuk menyadarkan mereka warga binaan

“Dengan program ini kami berterima kasih kepada Kadivpas untuk secara langsung melakukan pencegahan narkotika yang ada di Lapas,” ungkapnya.

Selain itu, program rehabilitasi secara otomatis menjadi Kader atau Relawan anti narkotika di lingkungan Warga Binaan yang masih menjalani hukuman dan ketika sudah berada di tengah masyarakat.

“Pemulihan adalah tanggung jawab negara, Pemulihan adalah hak setiap warga negara sehingga dalam proses pemulihan ini kita masih terbatas, oleh karena itu BNNK dan Kemenkumham terus mendorong program yang telah di canangkan,” pungkasnya.

Program Rehabilitasi Sosial dan Medis Lapas ini berjalan selama 6 bulan ke depan dilaksanakan mulai bulan Mei hingga November 2024 bekerjasama dengan BNNK, BNNP, Kesehatan.

Diakhir Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Maman Herwaman mengatakan tidak ada syarat tertentu bagi Warga Binaan untuk mengikuti program dimaksudkan.

“Tidak ada syarat tertentu bagi warga binaan yang mengikuti program rehabilitasi Sosial maupun Medis hanya  yang bersangkutan dengan perkara Narkoba, Assesor yang menentukan apakah  dia bisa Rehabilitasi Sosial ataupun Medis, tentunya dengan dilakukan tes urine dan hasilnya mereka yang menentukan setelah 6 bulan kita tes lagi apakah berhasil atau tidak. Rehabilitasi ini merupakan program Lapas, dan ini bentuk pembuktian bahwa negara hadir, tentunya ini kita dukung bersama agar program ini berjalan dengan baik, ” pungkasnya.

(Ratih)

Komentar