Kapolda Kepri Pimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Penambangan Timah Ilegal

Penulis :

Jurnalutama.com (Batam) – Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Tabana Bangun,M.Si memimpin langsung pengungkapan kasus Penambangan Biji Timah Ilegal, di Lobby Utama Polda Kepri, Rabu (15/02/2023).

Kegiatan pengungkapan Kasus ini dihadiri oleh Kepala Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo, S.IP., MPA, Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H dan Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.Si.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Tabana Bangun,M.Si menjelaskan bahwa Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan 5 penambang Biji Timah ilegal Kampung Boyan Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.

“Kelima tersangka penambang timah tanpa izin (ilegal) yakni (JH) Alias (H), (D) Als (M), (S) Als (J), (Z) Als (S) dan (R) Als (Y). Mereka diamankan tim gabungan Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri di Desa Batu Bedaun Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, ” ungkap Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Tabana Bangun, M.Si.

Lebih lanjut, Dari tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti peralatan tambang yakni 5 unit mesin domfeng, 2 unit mesin robin, 4 buah pipa paralon 4” (empat inci), 4 buah selang alkon/ kain 4” (empat inci), 3 buah cangkul serta 1 buah ember berisi BijiTimah, ” tambahnya.

Sementara itu, masih menurut Kapolda Kepri, Kelima tersangka ini melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana pasal 158 Undang – Undang no 3 Tahun 2020 tentang Minerba dengan ancaman kurungan 5 Tahun penjara dan denda paling banyak Rp.100.000.000, ” tegasnya.

Diakhir, Dalam penanganan ini kita berharap bahwa penambangan yang dilakukan oleh pihak tertentu harus mengikuti ketentuan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu terkait administrasi pertambangan, ” tutup Irjen Pol Drs Tabana Bangun,M.Si.

(Ratih)

Komentar