Ketua FP BBM Dukung Pembangunan Batam Menuju Kota Modern

Penulis :
Kanal : Batam, Berita, Kepulauan Riau506 Dilihat

Jurnalutama.com (Batam) – Ketua Forum Peduli Pembangunan Batam Modern (FP BBM) Anang Norman, menyoroti adanya relokasi warga akibat pembangunan di Kota Batam, Selasa (8/8/23).

FP BBM meminta pelaku usaha untuk tetap menyediakan kavling siap bangun, jika masyarakat meminta.

Maraknya proses pembangunan menuju Batam Modern, sehingga berdampak pada relokasi warga mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satu elemen masyarakat yang tergabung dalam, FP Bangun Batam Modern, juga menyoroti adanya proses pembangunan ini.

Ketua FP BBM Kota Batam, Anang Norman, mengungkapkan, agar semua warga Batam, menghargai dan mendukung proses pembangunan di Batam, menuju Batam kota modern. Bentuk dukungan ini, menurut Anang, adalah tidak menjadi penghambat atau pengganggu dalam proses pembangunan tersebut.

Lebih jauh Anang minilai, jika ada penggusuran yang dilakukan maka, pihak perushaan harus mengalokasikan uang ganti rugi dan relokasi untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak.

“Dengan adanya ganti rugi dan relokasi warga, terutama ke kavling siap bangun. Maka sebenarnya pemerintah dan pengusaha sedang memanusiakan warga. Sehingga kesan menggusur rumah liar (Ruli), dan membangun ruli lagi bisa dilakukan pencegahan dini. Sehingga kesan tumbuh ruli baru tidak terjadi lagi,” tegas Anang.

Sementara, sekretaris FP BBM Kota Batam, Abu Bukhari, mengungkapkan, terkait dengan adanya penyediaan kavling oleh warga maupun BP Batam, agar diproses dengan baik, sehingga warga yang berdampak pengurusan tidak merasa cemas.

“Dalam kondisi seperti ini, kami berharap jangan ada pihak-pihak yang mencoba untuk menghalangi penyediaan kavling siap bangun, sehingga membuat keresahan di warga yang berdampak. Maka kami berharap, semua elemen masyarakat di Kota Batam, agar mendukung proses pembangunan di Kota Batam, ” ungkap Bukhari.

Saat ini, proses relokasi lahan akibat penggusuran pemukiman warga, lebih banyak dialihkan ke daerah Kabil, Sagulung dan Tanjung Piayu.

(Redaksi)

Komentar