Kolaborasi Bersama BP3MI, Polresta Tanjungpinang Ringkus 3 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal

Penulis :

Jurnalutama.com (Tanjungpinang) – Berkolaborasi dengan pihak Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Polresta Tanjungpinang berhasil meringkus Tiga orang pelaku penyelundupan PMI Ilegal inisial RA (22), GP (30) dan S (50) dengan 2 orang inisial AW (26) dan MA (19) menjadi korban atas kasus ini.

Dari 3 pelaku dalam hal ini masing-masing mempunyai peran yang berbeda. Untuk Tersangka RA menyiapkan penginapan di Tanjungpinang, membelikan tiket, mengantarkan CPMI ke Pelabuhan SBP, membantu mengaktifkan paket roaming dan mengarahkan rute (mendapatkan keuntungan sebesar Rp.400 Ribu).

Sementara tersangka GPP bertugas menyiapkan penginapan di Tanjungpinang dan mengantar CPMI ke Kantor Imigrasi untuk membuat Paspor (mendapatkan keuntungan sebesar Rp.200 Ribu)

Lalu, S alias C berperan membantu kepengurusan pembuatan paspor dan mengantar ke tempat penginapan (mendapatkan keuntungan sebesar Rp.1,1 juta).

Kepada awak media Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu melalui Kasi Humas Iptu Syahrul Damanik menjelaskan, para pelaku mengiming-imingi para CPMI untuk bekerja di Negara Vietnam sebagai Operator “Judi Online”.

“Pelaku menghubungi para CPMI dan menawarkan pekerjaan di Vietnam
mengarahkan menginap di Tanjungpinang. Membantu pembuatan Paspor mengantar ke Pelabuhan SBP mengarahkan rute ke Vietnam (Pelabuhan SBP ke Singapura via Kapal + Singapura ke Vietnam via Taxi),” kata Iptu Damanik. Jumat (7/6/2024).

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Danik, Sebelumnya, para Calon Pekerja Migran Ilegal (CPMI) tersebut ditawari pekerjaan di Vietnam sebagai Scammer/Operator Live Chat Aplikasi Judi Online Via Chat Telegram.

Lalu, pada Senin, 3 Juni 2024, para CPMI mulai diinapkan di Hotel Kaputra Tanjungpinang, dibantu pembuatan paspor, hingga diarahkan rute perjalanan dari Tanjungpinang ke Vietnam, ” terang Iptu Damanik.

Kemudian, Rabu, 5 Juni 2024, 2 orang CPMI diantar ke Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang untuk berangkat ke Singapura menggunakan Kapal Majestic sekira pukul 07.15 WIB dengan Paspor Visa pelancong/wisatawan, ” tambah Iptu Damanik. 

Menurut Iptu Damanik, keberangkatan 2 orang CPMI dicegah oleh Personil Helpdesk Pelabuhan SBP, setelah itu dibawa ke Kantor BP3MI Tanjungpinang untuk diinterogasi, kemudian diserahkan ke Satreskrim Polresta Tanjungpinang untuk dilakukan penyelidikan.

Selanjutnya, pada Kamis, 6 Juni 2024, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Tanjungpinang berhasil mengamankan para tersangka dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, biaya keberangkatan dan pembuatan paspor ditanggung oleh ZW alias LH (dalam proses pengembangan keberadaan di Vietnam), sementara ZH juga mengkoordinir para tersangka dan mentransfer keuntungan dari setiap perekrutan dan keberangkatan CPMI,” kata Iptu Damanik. 

Atas perbuatan Ketiga tersangka dikenakan pasal 81 Jo 69 UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo Pasal 55 KUHP.

Diketahui, Dalam pasal itu dijelaskan mereka yang melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, orang perseorangan yang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia, dipidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal R.p15 Milyar.

(Ratih)

Komentar