Mahasiswa Berprofesi Ojek Online Cabuli Penumpang Berujung di Jeruji Besi 

Penulis :

Jurnalutama.com (Tanjungpinang) – Seorang pemuda inisial MAA (24) berstatus Mahasiswa dan berprofesi sebagai Ojek Online melakukan tindak pidana Curas (pencurian dengan kekerasan) dan percobaan pemerkosaan terhadap salah satu Mahasiswi dari salah satu pendidikan perguruan tinggi di kota Tanjungpinang inisial Bunga di Jalan Dompak Kota Tanjungpinang, pada Selasa (09/04/24) lalu.

Tindak pidana kekerasan dan percobaan pemerkosaan tersebut dilakukan oleh tersangka pada saat korban melakukan pemesanan ojek Online, yang diketahui tersangka pelaku juga merupakan seorang Mahasiswa (AAM ) yang berprofesi keseharian sebagai Driver Ojek Online.

Hal tersebut terungkap dalam gelar pers release yang digelar langsung oleh Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, didampingi Kasi Humas Iptu Syahrul Damanik, Kasat Reskrim M.Adriyaniki serta jajaran serta dihadiri oleh insan Media, di Mapolresta Tanjungpinang, Selasa (16/04/24).

Kapolresta Tanjungpinang menyampaikan kronologis kejadian dimaksudkan, berawal si korban memesan Ojek Online selanjut setelah Ojek Online sampai ditujuan pemesan (Korban-red) kemudian dibawa pergi ke tempat sepi di jalan Dompak oleh tersangka. Kemudian tersangka menarik tangan korban mencium dan kemudian memeluk badan korban lalu mengambil handphone milik korban, namun beruntung korban masih bisa menyelamatkan diri, dan membuat laporan ke Polresta Tanjungpinang.

Selanjutnya, masih keterangan Kapolresta, pihak Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang mendapatkan Informasi tentang keberadaan pelaku di Kampung Kolam Kijang Kabupaten Bintan.

“Pada pukul 01:00 WIB Tim Jatanras langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti satu unit motor Honda Beat warna Biru tua, Handphone Samsung A14 warna Silver, ” terang Kapolresta.

Tersangka dijerat pasal tindak pidana pencurian dengan kekerasan (365 KUHPidana), Ancaman pidana penjara 9 tahun dan atau pasal Percobaan Pemerkosaan (285 JO 53 KUHP) dengan ancaman penjara 4 tahun, ” tegasnya.

Atas kejadian tersebut kerugian dialami korban sekitar 2 Juta Lima Ratus Ribu Rupiah.

Saat ini tersangka (MAA) dilakukan penahanan di sel Polresta Tanjungpinang guna proses tindak hukum selanjutnya.

(Ratih)

Komentar