Miris..!!! Pengadaan Wi-Fi Dinas Kominfo Bintan Passwordnya Menggunakan Nama Pribadi Bupati, Ada apa..???

Penulis :

Jurnalutama.com (Bintan) – Adanya pemasangan Wi-Fi di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Bintan dengan mengunakan anggaran APBD oleh Dinas Kominfo tapi password Wi-Fi tersebut diberi nama oleh Kadis Kominfo dengan nama Bupati “ROBBY KURNIAWAN”.

Ketua Dewan masjid se-Kabupaten Bintan Zulkifli, yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Bintan menyayangkan apa yang dibuat Kadis Kominfo Bintan tersebut.

“Dengan pengadaan Wi-Fi di masjid- masjid yang ada di Kabupaten Bintan dan membuat Passwordnya “ROBBY KURNIAWAN” karena menggunakan APBD, seharusnya cukup pakai Password masing-masing nama masjid, ” ungkapnya ke awak media Jurnalutama.com, Kamis (23/11/23).

Dikatakannya, Seharusnya bantuan terhadap sarana tempat ibadah semestinya netral dan tidak ada kepentingan pragmatis dan OPD-OPD harusnya peka terhadap tahun politik demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif bukan sebaliknya, ” tegasnya.

Hal senada diungkapkan M. Toha selaku Sekretaris Komisi II DPRD Bintan, dirinya juga merasa heran apa yang dilakukan oleh Kadis Kominfo dengan membuat password Wi-Fi di setiap masjid yang ada di kabupaten memakai nama “ROBBY KURNIAWAN” selaku Bupati Bintan.

“Anggaran yang digunakan adalah mengunakan anggaran APBD, apakah memang ada pesanan dari Bupati Bintan, untuk memakai nama pribadinya untuk password Wi-Fi seluruh masjid yang ada di kabupaten Bintan, dan kalau ini benar pesanan Bupati makanya sungguh sangat- sangat terlalu. Dan tentunya ini sangat memalukan karena masyarakat tau bahwa bantuan tersebut bukan bantuan pribadi melainkan menggunakan APBD, ” ujarnya.

Tidak hanya itu, dikesempatan yang sama Tarmizi yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Bintan mengatakan bahwa masyarakatpun tentunya sudah sangat paham terkait bantuan yang diberikan.

“Tentunya masyarakat Bintan sudah pada paham, mana yang bantuan pribadi, mana yang bantuan dari Pokir Dewan dan mana bantuan Pemkab Bintan dan masyarakat pun tau bahwa Pokir-Pokir dewan lah yang banyak membantu masyarakat terutama nelayan dan petani serta pembangunan insfratruktur berupa semenisasi dan lain – lainya, ” tuturnya.

Sementara, lanjut Tarmizi, APBD sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat dan yang anehnya lagi Pokir – Pokir Dewan yang tadinya 1.5M dipotong oleh bupati menjadi 1M, tentunya bantuan kepada masyarakat tidak maksimal dan masyarakat banyak yang kecewa, dianggap bahwa dewan nya pembohong padahal bupati nya yang pembohong, yang tidak pro kepada masyarakat kecil, ” tegasnya.

Diakhir, Tarmizi menegaskan, mungkin juga Bupati tidak paham dengan anggaran karena tidak pernah berkecimpung di pemerintahan, tiba-tiba menjadi bupati dan hanya mendengar apa yang dikatakan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD-red) tetapi tidak pernah duduk bersama dengan wakil rakyat untuk mencari solusi yang baik untuk kepentingan masyarakat Bintan, ” pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, awak media Jurnalutama.com masih melakukan konfirmasi lanjutan dengan pihak terkait.

(Ratih)

Komentar