Puncak Arus Balik 14-15 April, KAKORLANTAS POLRI Himbau Pemudik Lebaran Atur Waktu

Penulis :

Jurnalutama.com (Jakarta) – Puncak lalulintas arus balik dari pemudik lebaran nanti diperkirakan terjadi pada 14-15 April (Sabtu & Minggu) mendatang. Agar bisa selamat sampai di tempat tujuan (Jakarta), terutama bagi pemudik arus balik ke Jakarta, bisa mengatur waktu dan mengutamakan keselamatan. Sabtu (13/04/24).

Himbauan tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen (Pol) Aan Suhanan dalam keterangannya. Begitu pula jangan lupa masyarakat pun diminta mempersiapkan dengan baik dalam perjalanan balik, setelah bersilaturahmi Idhul Fitri 1445 Hijriah dari kampung halaman.

Selain itu diingatkan Aan,  agar masyarakat sebaiknya menghindari puncak arus balik Idul Fitri yang diperkirakan terjadi pada Minggu-Senin 14 hingga 15 April 2024 mendatang.

“Berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diprediksi untuk puncak arus balik ada di 14 dan 15 April. Ini hasil survei Kemenhub juga demikian, angkanya di 15 April itu paling tinggi,” tegas Aan Suhanan.

Pada bagian lain lagi, Kakorlantas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat harus mengikuti arahan dari masing-masing instansinya, kebijakan dari masing-masing instansinya untuk menunda perjalanan balik. Jadi, jangan nanti semua di tanggal 14 dan 15,” tambahnya.

Atas dikeluarkannya himbauan tersebut, dikatakan Aan dsn berharap kepadatan Arus Balik pada 14 dan 15 April mendatang bisa diurai.

Masih terkait himbauan di atas, pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) nantinya bakal memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen pada 17,18 dan 19 April.

Dari situ diharapkan masyarakat yang akan menempuh Arus Balik bisa memanfaatkannya. ”Hal itu guna menarik masyarakat supaya mau menunda perjalanan baliknya nanti,” tegasnya seraya meminta masyarakat mempersiapkan pula faktor kesehatan dan kondisi kendaraan masing-masing.

“Mohon pastikan kesehatannya prima, tidak dalam kondisi sakit. Kalau sudah lelah wajib berhenti. Jangan memaksakan karena ingin cepet sampai ke rumah. Ingat kondisi capek, tapi memaksakan diri, bisa menyebabkan kecelakaan. Dan, itu sangat tidak kita harapkan,” ujar Aan, lagi.

Begitu pula penting memastikan kendaraanya prima, dicek sebelum berangkat, tekanan ban dan sebagainya. Penting agar tidak ada hambatan di jalan raya. Selanjutnya, ikuti arahan yang sudah kami buat. Juga aturan yang ada di UU sehingga semua bisa berjalan lancar dan selamat,” urainya.

Pemerintah, lanjut Aan, sudah mempersiapkan teknis pengaturan untuk arus balik Lebaran. Baik berupa jadwal, skema contra-flow, sistem ganjil-genap maupun pembatasan angkutan barang. Hanya saja berbagai persiapan tidak berarti apabila tidak diikuti masyarakat sebagai pengguna jalan raya, ” pungkasnya.

(Redaksi)

Komentar