Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang Ungkap Kasus Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan

Penulis :

Jurnalutama.com (Tanjungpinang) – Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang berhasil mengamankan seorang pria inisial (IK) pelaku penipuan dan atau penggelapan terjadi di Kantor Barelang TV Kabel Jalan Sultan Sulaiman Kota Tanjungpinang, Kamis (27/05/2023).

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. H. Ompusunggu, S.I.K., M.Si, melalui Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany Casanova, membenarkan bahwa adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh pria tersebut.

Adapun kronologis kejadian penipuan tersebut adalah  bermula, dari Direktur PT. Golden Forest Indonesia (GFI) saudara Inisial (KCA) memberi kuasa kepada saudara Inisial (BJ) untuk mengurus tanah PT. Golden Forest Indonesia (GFI) seluas ± 439 Ha (234 SKT) lokasi  di Jalan Berdikari II Kangboi Km 38 Kp. Kangboi dan Kp Cikolek RT 001 RW 001 Kel. Toapaya Utara Kec. Toapaya Kab Bintan menjadi HGU.

“Kemudian Sdr BJ tepatnya sekira bulan Maret 2021 menawarkan pekerjaan kepada Sdr IK untuk mendaftarkan dan mengurus tanah milik PT. Golden Forest Indonesia (GFI) menjadi Sertifikat HGU dan Sdr IK menyanggupinya, lalu Sdr IK menyuruh Sdr RZ dan Sdr MAB untuk membuat proposal yang disertai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan total biaya keseluruhan Rp.1.250.840.000 (satu milar dua ratus lima puluh juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) sudah termasuk honor sebesar Rp.50.000.000, ” terangnya Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany Casanova.

Selanjutnya, Proposal dan RAB diserahkan kepada Sdr BJ, tapi sebelum disetujui, Sdr IK mengatakan supaya dicairkan terlebih dulu uang tahap pertama 10% (mendasari RAB) sebab pihak Kanwil BPN dan BPN Bintan perlu koordinasi karena sudah bertanya-tanya, serta Sdr IK mengatakan butuh uang pegangan dan mengharapkan sekali pekerjaan tersebut, ” lanjut Kasi Humas Polresta Tanjungpinang.

Atas perkataan IK membuat BJ percaya bahwa IK serius dan mampu melakukan pengurusan sampai terbit sertifikat HGU. sehingga pada tanggal 25 Mei 2021 Sdr BJ menyerahkan uang pembayaran tahap I Rp. 125.084.000 kepada Sdr IK, dan kemudian perjanjian kerjasama disepakati tepat tanggal 27 Mei 2021 ditanda tangani di Jalan Sultan Sulaiman Kantor Barelang TV Kabel Kota Tanjungpinang.

Kemudian, IK telah melaporkan progres pekerjaan dan pertanggung jawaban penggunaan keuangan  tahap I (pertama) tertanggal 5 Juli 2021. Setelah itu Sdr IK menerima uang tahap II (kedua) sebesar 20% tanggal 06 Juli 2021 nilai Rp. 250.168.000 lalu melaporkan progres pekerjaan tahap II (kedua) dan pertanggung jawaban penggunaan uang tertanggal 8 September 2021.

“Kemudian untuk pembayaran tahap III (ketiga) sebesar 50% sistim angsur dan sudah diterima Rp. 370.000.000 akan tetapi dalam laporan kegiatan dan pertanggung jawaban pengunaan keuangan yang dilaporkan Sdr IK terdapat uraian kegiatan-kegiatan fiktif diantaranya Pembayaran PBB. Permohonan keringan Pajak PBB terhutang dan perpanjangan rekomendasi pemanfaatan ruang. Sehingga PT. Golden Forest Indonesia (GFI) mengalami kerugian sebesar Rp. 237.040.000, ” ujar Iptu Giofany Casanova.

Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp. 237.040.000 (dua ratus tiga puluh tujuh juta empat puluh ribu rupiah). Dengan kejadian ini ia melaporkan ke Polresta Tanjungpinang.

Setelah melalui rangkaian penyidikan Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang menentukan tindak pidana tersangka telah mendapat kesimpulan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 378 K.U.H.Pidana dan atau Pasal 372 K.U.H.Pidana yang dilakukan oleh tersangka (IK).

Pelaku mengakui segala perbuatannya telah melakukan penipuan dan atau penggelapan kepada (BJ).

“Setelah dilakukan pemeriksaan tersangka guna melengkapi proses penyidikan diterbitkan surat penangkapan dan berita acara penangkapan,” tutup Kasi Humas Polresta Tanjungpinang Iptu Giofany Casanova.

(Redaksi)

Komentar