Kasus PJ.Walikota Terus Bergulir, Kapolres Bintan: Jangka 30 Hari Tindak Ada Balasan Mendagri Polres Bintan Akan Bertindak Langsung Kepada Yang Bersangkutan 

Penulis :

Jurnalutama.com (Bintan)Polres Bintan menggelar konferensi pers terkait kasus pemalsuan surat tanah di Bintan Timur yang menjerat 3 Tersangka H, R, dan B, salah satu dari tersangkanya yakni PJ.Walikota Tanjungpinang Hasan, di Aula Satya Arcana Mapolres Bintan, Minggu (05/05/24) pagi.

Dalam Konferensi pers Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo didampingi Kasat Reskrim AKP Marganda, Kasi Humas Iptu Missyamsu Alson, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Pandra Zahwani Arsyad SH., MSi, Wadirkrimum Polda Ary Baroto, S.I.K., M.H., menyampaikan, pihaknya sudah mengirimkan surat secara tertulis kepada Mendagri dalam menindak lanjuti perihal kasus hukum yang dihadapi Pj.Walikota Tanjungpinang (Hasan-red).

“Kami sudah kirimkan surat sejak tanggal 3 Mei 2024 kepada Mendagri, ” jelasnya.

Tidak hanya itu Kapolres Bintan juga menjelaskan masa waktu dalam surat tersebut diberikan selama 30 hari, dan apa bila dalam waktu 30 hari tidak ada balasan maka Polres Bintan akan melakukan penindakan langsung kepada yang bersangkutan.

“Perihal kasus hukum pemalsuan surat tanah ini, Polres Bintan akan tetap melanjutkan dan akan terus berjalan hingga selesai, ” tegasnya.

Para tersangka melanggar Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP, Pasal 264 Ayat (1) KUHP, Pasal 55 Ayat Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun.

Sementara Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad SH., M.Si., usai gelar pers menyampaikan, ” Upaya Polri melakukan pendekatan, pelapor telah menginginkan adanya suatu itikad yang artinya dari para pelapor dan pelapor itu untuk melaksanakan kegiatan restoratif justice, ” ujarnya saat menjawab pertanyaan Wartawan “Kenapa hingga saat ini PJ.Walikota Tanjungpinang (Hasan-red) tidak dilakukan penahanan”.

Diketahui kasus dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat Tanah yang terjadi di lokasi di Km. 23 Kelurahan Sungai Lekop Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan ini terjadi pada saat salah satu tersangka yakni Hasan, masih menjabat sebagai Camat Bintan Timur, hingga akhirnya mencuat di tahun 2024 ini bahkan menjadi trending topik saat Hasan belum berhasil menunjukkan prestasinya dalam menjabat sebagai Walikota Tanjungpinang tahun 2024 ini.

(Ratih)

Komentar