Jurnalutama.com (Anambas) – Oknum anggota polisi Polres Kepulauan Anambas Aipda RA (41) ditangkap Satresnarkoba Polres Kepulauan Anambas bersama barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat 2.235,33 Gram di Penginapan
Miranti Kamar 214 RT 003 RW 002, Kampung Tengah Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, dan dari hasil pemeriksaan urine dengan hasil positif (+) amp (amphetamine) dan met (methaphetamine), pada hari Jumat (17/12/2021) tahun lalu.
Terkait hal tersebut, Sipropam Polres Kepulauan Anambas melaksanakan sidang KKEP Polri terhadap oknum anggota Polres Kepulauan Anambas berinisial Aipda RA (41) yang dipimpin oleh Waka Polres Kepulauan Anambas Kompol Ramses Marpaung, di ruang Sidang KKEP, Gedung Antan Seludang Polresta Tanjungpinang, sekira pukul 10.00 Wib, Kamis (22/12/22).
Dalam persidangan KKEP tersebut dihadirkan 4 orang Saksi, 3 orang saksi tersebut merupakan anggota Polres Anambas dan 1 0rang saksi tersebut merupakan kawan si pelaku.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Syafrudin Semidang Sakti, S.I.K.,melalui Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas Iptu Raja Vindho dalam siaran pers-nya mengungkapkan.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Ranai Natuna menjatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup terhadap terdakwa Aipda (RA) dengan Putusan Pengadilan Negeri Ranai No :16/Pid.Sus/2022/PN Ranai pada tanggal 24 Agustus 2022.
” Karena telah terbukti melakukan Tindak Pidana Narkotika Golongan 1 Jenis Sabu Sabu, memperhatikan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Atas putusan tersebut terdakwa melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Riau yang kemudian menolak permintaan banding dari jaksa penuntut umum dan terdakwa, memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Ranai, Nomor 16/Pid.Sus/2022/PN Ranai tanggal 24 Agustus 2022 yang dimintakan banding, ” jelas Raja Vindho.
Selanjutnya, terdakwa (RA) dijatuhi pidana penjara selama 18 tahun (delapan belas) tahun dan pidana denda sejumlah Rp1.000.000.000,00 (satu Miliar) dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.
Oknum Personel Polres Kepulauan Anambas yang disidangkan tersebut melanggar ketentuan Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan atau Pasal 13 huruf e Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Menanggapi keputusan Ketua Sidang KEPP terhadap Aipda RA yaitu di Rekomendasi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat).
“Keputusan rekomendasi PTDH itu sudah sangat tepat karena selaku anggota Polri dilarang keras melakukan penyalahgunaan narkoba. Dan ini sebagai wujud Komitmen Pimpinan Polri untuk menindak tegas terhadap Oknum Anggota Polri yang terlibat Narkoba, saat ini pelaku masih ditahan di Rutan Tanjungpinang jalan Rumah Sakit, ” tutur Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas Iptu Raja Vindho.
(Ratih)
Comment