Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Yosca Babak Belur dan Dirawat di RSUD Tanjungpinang

Penulis :

Jurnalutama.com (Tanjungpinang) – Yoska (28) warga Jalan Asri Indah KM.12 Kelurahan Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang diduga jadi korban penganiayaan oleh temannya di KTV Rasa Yakin.

Saat ini Yoska dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Kota Tanjungpinang dengan luka memar disekujur tubuhnya.

Diceritakan Yoska, pada Sabtu Malam (08/06/2023) ia diajak teman satu kerjanya di Residen Galang Batang Bintan yang bernama Ari untuk karaoke di Rasa Yakin.

“Sekitar jam 1.30 WIB kami berangkat ke KTV Rasa Yakin, di ruang karaoke itu kami ada 12 orang, 4 cewek dan 8 cowok,” ujar Yoska ke awak media Jurnalutama.com, Sabtu (10/06/2023).

Namun Dirinya tidak mengenal dengan orang yang ada di KTV Room itu, dia hanya mengenal Ari.

Terkait kejadian dugaan penganiayaan itu, Yoska mengakui kalau dirinya sudah tidak sadar waktu dibawa ke Rumah Sakit, hanya saja ada saksi yang melihat sewaktu dirinya dibawa ke RSUD Tanjungpinang.

“Sekitar jam Jam 2.30 pagi saya dibawa ke rumah sakit ini dengan keadaan tidak sadarkan diri, namun setelah tiba dirumah sakit tiba2 saya sadar, setelah sadar saya pun bertanya pada teman saya Ari “kenapa aku”? Kata Ari jatuh dari WC, ” ungkapnya.

“Setibanya ke rumah sakit, ada saksi ibu-ibu yang melihat saya ketika sampai di Rumah sakit, ibu itu mengatakan kepada teman saya “kenapa dipukul temannya, namun dijawab teman saya itu, dia mau beli minuman lagi, ” sambung Yoska.

Menurut keterangan ibu-ibu itu, sambung Yoska, dirinya dibawa ke rumah sakit menggunakan sepeda motor tarik tiga, dengan posisi dirinya di tengah.

“Ibu itulah yang membawa saya masuk kerumah sakit, sehingga saya dirawat sekarang ini,” pungkasnya.

Menurut informasi, terkait dugaan penganiayaan itu, keluarga Yoska telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit Bestari.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. H. Ompusunggu, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Bukit Bestari AKP Yuhendri Januar saat dikonfirmasi media Jurnalutama.com mengaku kalau memang ada keluarganya yang sudah melaporkan peristiwa dugaan penganiayaan itu, dan sudah menurunkan anggotanya untuk mengecek kondisi korban di RSUD Tanjungpinang.

“Iya sudah kita turunkan anggota untuk mengumpulkan data – data, kita lakukan olah TKP, kumpulkan saksi saksi dan berlanjut untuk mengecek kondisi korban di RSUD, ” ujar Kapolsek Bukit Bestari AKP Yuhendri.

Sementara, pihak keluarga korban sangat berharap kepada pihak kepolisian untuk tegas mengusut kasus ini. “Kami dari pihak keluarga sangat berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan segera merespon laporan kejadian apapun sehingga kami yakin bahwa tugas Polisi adalah benar- benar melindungi, mengayomi masyarakat, Jagan setelah terjadi apa- apa baru ditindaki, ” tegasnya.

Diakhir, dugaan penganiayaan ini, lanjut pihak keluarga, menurut pengakuan korban setelah sadar, ini bukan dilakukan oleh satu orang tetapi pengeroyokan, ” pungkasnya.

(Awr/Rat/Red)

Komentar