Natal Forum Bersama Kesehatan Silitonga, Boru, Bere

“Besok Jumat 16 Desember 2022 Puncak Acara Ibadah & Perayaan Natal Silitonga Boru, Bere Se-Dunia.”

Jurnalutama.com (Jakarta) – Dengan semangat dan bersatu (Kesehatan) untuk merayakan Natal Marga Silintonga Boru, Bere se- Dunia, yang dilaksanakan besok, Jum’at (16/12/22) di Gedung Sopo Marpikir, pukul 17:00 – 22:00 Wib di Cakung Jakarta Timur. Dengan TEMA “Kenakanlah Kasih, Sebagai Pengikat Yang Mempersatu Dan Menyempurnakan” yang tertuang pada Kolose 3:14.

Dengan rasa kebersamaan Keluarga Besar Marga Silitonga, Boru dan Bere sepakat untuk melakukan Natal medio Desember 2022, Natal ini, kelak menjadi teladan bagi marga-marga lainnya. Karena biasanya Natal dirayakan berbagai Organisasi dan ada juga oleh kumpulan dari Parsahutaon. Tetapi kali ini justru Natal itu dirayakan satu marga yaitu Marga Silitonga, Boru dan Bere Se-Dunia.

Jika kita menyelisik situasi Perayaan Natal mulai dari awal Desember 2022 bagi orang Nasrani (Kristiani) sibuk dengan kegiatan Natal di berbagai penjuru Nusantara. Dalam suasana bergembira menyambut dan merayakan hari kelahiran Yesus Kristus dan diramaikan dengan berbagai lagu Pujian Natal.

Seperti misalnya salah satu lagu Natal yang kerap kita dengar dan merdu yaitu “Hai Mari Berhimpun” berkumandang yang dinyanyikan tua muda dan anak sekolah minggu pada Perayaan Natal tersebut.

Perayaan Natal seperti ini tidaklah sedikit menghabiskan biaya, tetapi karena kebersamaan (Dos Roha) sebesar apapun biaya itu tetap akan dapat tertutupi, karena ada rasa kebersamaan.

Seperti Pepatah Orang Batakak mengatakan, TAMPAKNA DO TAJOMNA RIM NI TAHI DO GOGONA.” Tetapi banyak juga pada Suku Batak secara pribadi bersedia membiayai semua biaya saat ada kegiatan bersama seperti Perayaan Natal ini, itu biasanya begi mereka yang berkelimpahan berkat dari Tuhan Yesus Kristus.

Kiranya Perayaan Natal Marga Silitonga, Boru dan Bere se-Dunia ini berjalan lancar, diberkati dan diurapi Tuhan Yesus Kristus. Sehingga semua yang hadir dalam Perayaan Natal tersebut dapat berhikmat, khususnya dengan adanya siraman rohani dari Hamba Tuhan atau Pendeta yang membawakan Khotbah Perataan Natal tersebut.

(Timbul Sinaga SE)

Comment