Ada Apa ? Sekwan Natuna dan PPTK Vakum Untuk Menjawab Pertanyaan Tentang Satuan Harga Snack Serta Nasi Kotak 

Penulis :

Jurnalutama.com (Natuna) – Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan barang dan jasa (Sirup) dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) kabupaten natuna merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada publik dalam pengelolaan keuangan negara.

Diketahui bahwa belanja anggaran makanan dan minuman jamuan tamu satuan kerja Sekretariat Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten natuna dari Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Adalah dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran di ketahui mencapai Rp.730. 292.200; sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran (TA) 2022.

Dengan volume pekerjaan sebanyak 12240 kotak selama 1 tahun dalam metode pemilihan pengadaan langsung sebagai berikut:

1. Belanja makanan dan minuman tamu Ketua DPRD Kabupaten Natuna.

2. Belanja makanan dan minuman tamu Wakil Ketua l DPRD Natuna.

3. Belanja makanan dan minuman tamu Wakil Ketua ll DPRD Natuna.

4. Belanja makanan dan minuman tamu Ketua Komisi l DPRD Natuna.

5. Belanja makanan dan minuman tamu Ketua Komisi ll DPRD Natuna.

6. Belanja makanan dan minuman tamu ketua Komisi lll DPRD Natuna dan

7. Belanja makanan dan minuman tamu Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Natuna serta belanja makanan dan minuman tamu audensi, unjuk rasa sekaligus minuman jamuan tamu.

Hal tersebut di benarkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sekretariat Dewan Natuna, Heru Chandra menyampaikan bahwa untuk satuan harga nasi kotak dan snack yang sudah di kemas ke dalam kotak, dirinya tidak mengetahui kisaran harga per kotak.

Saat di konfirmasi oleh media ini diruang kerjanya. Jl. Yos Sudarso Kelurahan Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Rabu 27/12/2023.

“Maaf iya bang untuk mengetahui satuan harga nasi kotak dan snack sebaiknya, dikonfirmasi kepada Sekwan Natuna terlebih dahulu karena beliau selaku penanggung jawab anggaran tersebut, ” ungkap Heru.

“Setiap melaksanakan kegiatan seperti sidang paripurna dan snack sarapan pagi seluruh anggota DPRD Natuna, kue sudah di hidangkan ke meja sebanyak 3 keping dan di tambah air minum, ” terang Heru.

“Intinya snack tersebut bukan untuk Ketua maupun anggota DPRD Natuna saja tetapi juga di hidangkan untuk para tamu-tamu yang datang, ” papar Heru.

Namum ditanya satuan harga kue yang di hidangkan ke meja yang sudah di antar ke ruang Ketua DPRD Natuna, Wakil Ketua l dan Wakil Ketua ll serta komisi l, ll dan lll, Heru selaku PPTK Sekwan Natuna tidak bisa menjawab pertanyaan awak media ini.

Senada dengan Sekretaris DPRD Natuna, Edi Priyoto. SH., juga mengatakan bahwa untuk snack dan nasi kotak Ketua DPRD Natuna serta pimpinan l, ll ,dan para ketua komisi DPRD serta Sekretariat Dewan Natuna harus di lengkapi dengan absensi para tamu yang hadir agar dapat di pertanggung jawabkan.

“Misalkan Sekretariat Dewan Natuna yang mengadakan acara kegiatan, namum berapa jumlah tamu yang hadir harus di absen selama kegiatan tersebut berlangsung agar menjadi acuan dalam mengeluarkan keuangan negara.,”Ungkap Edi Priyoto.

Namun Edi Priyoto juga enggan menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh media ini, berapa harga satu kotak snack dan nasi bungkus..?

Menurut Edi Pariyoto sebaiknya di tanyakan lagi ke Heru selaku PPTK tentang harga satuan harga tersebut.

“Kalau saya hanya bisa menjawab kisaran anggaran nasi kotak dan snack selama l tahun yang sudah disusun melalui DPA.,”Ungkap Edi Priyoto.

“Untuk teknis silahkan kembali tanyakan ke PPTK karena beliau yang lebih paham untuk menjawab pertanyaan ini atau kita duduk bertiga saja di satu ruangan agar tidak terjadi lagi kesalahan komunikasi tentang hal tersebut.,” terang Edi Priyoto.

Masih tanda tanya besar, apa yang terjadi sebenarnya tentang pengadaan barang dan jasa nasi kotak dan snack Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna.

Seakan tertutup untuk menjawab pertanyaan awak media ini dalam memperoleh informasi ke keterbukaan publik dan transparan suatu anggaran keuangan negara yang sudah di gunakan, tunggu berita berikutnya.

(Ilham)

Komentar