Secara Simbolis, Bantuan BNPB RI dan Gubenur Kepri Total Mencapai 2 Miliar Diterima Bupati Natuna

Penulis :
Kanal : Berita, Kepulauan Riau, Natuna734 Dilihat

Jurnalutama.com (Natuna)Bupati Natuna, Wan Siswandi sambut kedatangan Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto yang di dampingi oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad beserta rombongan untuk memantau langsung keadaan kondisi bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Serasan dan Serasan Timur Kabupaten Natuna. Rabu (8/3/2023).

Dalam kesempatan itu Bupati Natuna, Wan Siswandi menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto yang di dampingi oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad beserta rombongan dan secara keseluruhan terkait tentang perkembangan penanganan bencana di hari ketiga ini pasca bencana banjir dan longsor di Pulau Serasan.

“Ada beberapa hal yang menjadi fokus dari tim evakuasi bencana tanah longsor dan banjir pertama adalah menghimpun data yang valid terkait daftar orang hilang maupun yang meninggal dunia, ” ungkap Wan Siswandi.

Lebih lanjut, Selanjutnya bagaimana memaksimalkan pencarian bagi korban yang hilang tertimbun tanah longsor, ” ujarnya.

Wan Siswandi juga mengatakan, berdasarkan data sementara terakhir pada Rabu (08/03/23), jumlah korban yang sudah meninggal dunia sebanyak 12 Orang dan hilang akibat bencana tanah longsor sebanyak 42 orang, ” terangnya.

Namun, Lanjut Wan Siswandi, korban luka berat berjumlah 0 dan
korban kritis sebanyak 3 Orang yang dikirim ke Pontianak dengan mengunakan transportasi laut dan Ranai, 1 meninggal didalam kapal saat dirujuk ke Pontianak, ” ujarnya.

Diakhir, Saya berharap dengan tambahan personil dan bantuan yang terus berdatangan dari luar daerah maupun dari dalam daerah agar dapat memudahkan proses pencarian dan penanganan bencana, ” pungkas Wan Siswandi.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dalam sambutanya menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah telah menetapkan bencana banjir dan longsor di Pulau Serasan adalah bencana tanggap darurat, sehingga harus ditangani dengan serius.

“Kami dari pemerintah daerah telah membawa logiatik senilai 300 juta rupiah, dan juga uang tunai senilai 700 Juta Rupiah untuk membantu biaya operasional penanggulangan bencana, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Saya juga ingin mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna yang sangat tanggap cepat untuk langsung turun ke lokasi dan bersinergi bersama Forkopimda dan masyarakat dalam menangani bencana tersebut, ” pungkasnya.

Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyantodalam arahannya
menyampaikan agar seluruh pihak dapat bersinergi dalam menanggulangi bencana yang sedang dihadapi tentunya keselamatan menjadi prioritas dalam misi penanggulangan bencana ini.

BNPB dalam hal ini hadir memberikan dukungan penuh dengan mendirikan 2 posko, satu di Ranai dan satu di Pulau Serasan tepatnya di PLBN, ” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Lanjutnya, Dalam 7 hari pertama ini harus kita kejar sebaik mungkin untuk mengevakuasi korban yang hilang, ” tegasnya.

Lalu, dari BNPB akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk memudahkan pencarian bagi tim gabungan yang beberapa hari ini terkendala karena hujan, ” kata Letjen TNI Suharyanto.

Dalam kesempatan ini, Kepala BNPB Ri juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar 1 Miliar dan juga akan segera dikirimkan 5 motor operasional serta 1 mobil dapur.

Sampai saat ini masa tanggap darurat ditetapkan selama 7 hari tehitung dari tanggal 06 Maret 2023, hingga 13 Maret 2023.

(Yuri)

Komentar