Oknum Staf Tenaga Honorer Kantor Desa Sededap di Natuna Cabuli 4 Pelajar 

Penulis :
Kanal : Natuna150 Dilihat

Jurnalutama.com (Natuna)-Setelah terungkap kasus pencabulan anak di bawah umur sesama jenis (laki-laki) yang di lakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna yang berprofesi sebagai guru pendidik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna.

Kali ini Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa. S.I.K, melalui Kapolsek Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, Iptu Stepvanus Arperd Rikumahu juga mengungkapkan tindak pidana kasus pencabulan anak di bawah umur sesama jenis (laki-laki) yang di lakukan oleh tersangka berinisial ES (31) tahun terhadap 4 orang korban anak di bawah umur yang masih menyandang status pelajar.

Saat melakukan konferensi pers bersama awak media bertempat di Mako Polres Natuna Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Senin 27/05/2024. Pukul .13.00. Siang.

Dalam kesempatan itu Kapolsek Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, Iptu Stepvanus Arperd Menyampaikan bahwa tersangka inisial ES (31) merupakan salah satu oknum staf tenaga honorer yang bekerja di Kantor Desa Sededap Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna.

Tersangka ES (31) berhasil ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Bunguran Barat pada 22 Mei 2024 yang lalu berdasarkan Laporan (LP) nomor 12,13,14 dan 15 dari para keempat korban.

“Berikut nama-nama inisial ke empat para korban salah satunya, AH (16), AA (14), IW (14), RW (15)., yang merupakan masih menyadang status pelajar.,” Ungkap Iptu Stepvanus Arperd Rikumahu 

Berikut kronologis kejadian tersangka ES (31) mengajak atau mengundang korban untuk bermain-main di dalam rumahnya di sambil menuju kamar tersangka, setelah sampai di kamar korban lalu diajak nonton filem porno yang berada di dalam handphone milik tersangka.

“Setelah para korban merasa terangsang saat menonton filem porno barulah tersangka melancarkan aksi bejatnya terhadap korban yang masih di bawah umur.,”Papar Kapolsek Bunguran Barat.

Yang lebih parahnya lagi, tersangka juga merekam aksi yang tidak senonoh ini untuk dijadikan bahan ancaman kepada para korban jika nanti tersangka ingin melakukan pelecahan lagi tetapi ditolak oleh korban.

Berdasarkan pengakuan pelaku, tindakan pelecehan ini sudah dilakukan olehnya berkali-kali terhadap empat korban tersebut.,”Tegas Kapolsek Bunguran Barat.

Akibat perbuatan bejatnya kini pelaku akan dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan (4) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo pasal 64 K.U.H.

Pidana dengan ancaman kurungan penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun terhadap tersangka ES (31)

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP Apridony. SH.MH., Kasih Humas Polres Natuna, Aipda David Arviad, Kanit Polsek Bunguran Barat Natuna, Bripka Eki Faisal dan Kanit PPA Polres Natuna serta puluhan awak media yang bertugas di perairan Laut Natuna Utara (LNU), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Ilham)

Komentar