Pencabulan Anak di Bawah Umur di Desa Sedadap Diduga 80 Orang Korban, Saat Wakil Bupati Natuna Adakan Rapat

Penulis :
Kanal : Natuna278 Dilihat

Jurnalutama.com (Natuna)-Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda rapat koordinasi penanggulanan permasalahan terhadap anak di Kabupaten Natuna, bersama beberapa orang kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Natuna, tokoh masyarakat, tokoh agama serta para camat maupun tokoh pemuda

Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Natuna. Jl. Batu Sisir Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Rabu 29/05/2024.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di Desa Sedadap Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna, tentang tersangka inisial ES (31) tahun yang tersandung kasus pencabulan anak di bawah umur, merupakan oknum tenaga honorer di desa tersebut.

Sebenarnya bukan 4 orang yang sudah menjadi korban oleh tersangka berinisial ES (31) melainkan diduga sekitar 80 orang yang sudah menjadi korban keganasan tersangka.

“Namun sampai saat ini yang sudah membuat melapor ke pihak kepolisian Kabupaten Natuna hanya 4 orang korban tetapi sebenarnya lebih dari 4 orang yang sudah menjadi korban oleh tersangka.,”Tegas Rodhial Huda.

“Karena saya sudah mendengarkan langsung dari masyarakat setempat tentang kelakukan pelaku pencabulan anak di bawah umur yang meresahkan masyarakat.,”Tegas Rodhial Huda.

“Namun rapat hari ini merupakan rapat keluarga atau internal dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna saja sehingga dari pihak kepolisian Natuna belum dapat kita undang.,”Ungkap Rodhial Huda.

Lanjut Rodhial Huda juga menambahkan untuk langka selanjut peran dari OPD terkait harus memberikan edukasi atau sosialisasi terhadap orang tau maupun di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Natuna.

“Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali terhadap anak-anak yang masih menyandang status pelajar, apalagi anak-anak yang masih di bawah umur yang menjadi korban keganasan orang yang tidak bertanggung jawab.,”Tutup Rodhial Huda.

Senada dengan Camat Bunguran Timur Kabupaten Natuna, Hamid Asnan juga menyampaikan bahwa permasalahan anak yang masih menyandang status pelajar merupakan pengawasan yang harus di lakukan oleh orang tua ketika anak-anak tersebut sudah pulang ke rumah dari sekolahnya.

“Karena saat ini handphone yang utama menjadi pemicu terhadap anak-anak yang masih pelajar karena kurangnya pengawasan dari orang tua.,”Tegas Hamid Asnan.

“Sekarang ini anak sama orang tua sibuk main hp, sehingga untuk makan bersama saja sangat sulit untuk ditemukan.,”Papar Hamid Asnan.

(Ilham)

 

Komentar