Arogansi Kadis PUPR Lamsel, Yang Mengusir Aktivis Tanpa Alasan

Penulis :
Kanal : Lampung113 Dilihat

Jurnalutama.com (Lampung Selatan) – Arogansi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Hasbie Aska, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Hasbi mengusir dua aktivis senior di Lampung Selatan, yakni Zul Kenedy, Ketua Umum Ormas Formalis, dan Ainul Fajri, Ketua Umum LSM Fusvomal.

Kejadian pengusiran tersebut terjadi pada Kamis (14/12/2023) saat Kenedy dan Ainul Fajri sedang beristirahat di areal Dinas PUPR. Tiba-tiba, salah satu penjaga pintu masuk datang dan mengusir keduanya.

” Kami sedang duduk di belakang dekat Mushola, tiba-tiba penjaga datang dan menyuruh kami keluar dari lingkungan dinas PUPR dengan alasan perintah bapak (kepala dinas), ” kata Kenedy.

Kenedy dan Ainul Fajri tidak diberi penjelasan apa yang menjadi alasan mereka diusir. Keduanya juga tidak memasuki wilayah terlarang yang harus steril.

Kejadian ini mendapat kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk LSM dan Ormas. Menurut mereka, pengusiran tersebut menunjukkan arogansi Hasbi sebagai pejabat publik.

” Kehadiran LSM dan ormas sangat dibutuhkan dalam ikut berpartisipasi sebagai fungsi kontrol dalam menjalankan roda pemerintahan, ” kata Awaluddin, Ketua LSM GENERAL.

Rijal Anwar, Ketua Umum GML, juga mengecam keras tindakan Hasbi. Dia menilai, tidak pantas seorang pimpinan melakukan hal seperti itu, apalagi mengusir seperti itu.

” Kepala Dinas macam apa itu, tidak memiliki jiwa untuk mengayomi dan melayani masyarakat, ” kata Rijal.

Latif, Penasehat PORLAS, juga berpendapat serupa. Dia menilai, tidak pantas menjadi pejabat orang yang tidak punya etika terhadap orang lain.

” Kalau ada pejabat arogan apalagi sampai terjadi pengusiran itu jelas bertentangan dengan nilai luhur daerah kita yang terkenal mengedepankan penghormatan kepada tamu, ” kata Latif.

Zul Karnain, Ketua Umum PALU LAMPUNG, juga turut mengecam tindakan Hasbie. Dia menilai, sebagai pejabat pelayan publik, Hasbi tidak boleh risih atau alergi dengan Media ataupun Ormas dan LSM.

” Kehadiran kita menjalankan fungsi kontrol sosial. Kalau ada pejabat arogan apalagi sampai terjadi pengusiran itu jelas bertentangan dengan nilai luhur daerah kita yang terkenal mengedepankan penghormatan kepada tamu, ” kata Zul Karnain.

Kejadian ini menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan. Pemerintah daerah diminta untuk memberikan sanksi tegas kepada Hasbie agar tidak terulang kembali. AKO

Komentar