Perusahaan Pelayaran Terancam Bangkrut Akibat Dermaga Eksekutif 2 Takkunjung Diresmikan

Penulis :
Kanal : Lampung, Lamsel, Sosial7330 Dilihat

Jurnalutama.com (Lampung) – Pengoperasian Dermaga Eksekutif 2 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung telah mulai namun masih belum di resmikan dan di tetapkan harga tarif, Selasa (26/3/2024).

Secara regulasi telah di tetapkan dan persyatatan – persyatan telah di penuhi oleh kapal kapal swasta, dengan 9 kapal telah memenuhi spm, atas permintaan persyaratan regulasi, dari 59 Kapal reguler 9 kapal yang telah memenuhi persyaratan pelayanan eksekutif, dari 9 kapal tersebut terdpaat 3 kapal beberapa yang harus di perbaiki seperti pergeseran Ramdoor (jembatan kendaraan penghubung ke kapal).

Namun mulai dari 16 desember 2023 belum adanya tindak lanjut penetapan tarif eksekutif, Tentu menjadi problem dari pelayanan reguler, otomatis para penggunan jasa merasakan harga reguler rasa eksekutif,
Pelanggan pelanggan Pengguna jasa memilih ke dermaga 1, dengan kecepatan kapal tersebut standar eksekutif mencapai 15 knot,

Penyedia jasa reguler merasakan kuwalahan padasaat pelayanan di dermaga lainnya diakibatkan pengguna jasa berupaya menuju dan menaiki kapal yang dermaga 1, sehingga dermaga reguler banyak yang kosong.

Dermaga eksekutif 2 yang belum di resmikan kerugian untuk penyedia jasa pelayanan otomatis merugi mencapai 30% di karnakan kapal-kapal di dermaga reguler terhitung kapal besar dengan muatan sedikit tidak sebanding dengan biaya oprasional.

Komitmen dalam menambah kenyamanan pengguna transportasi laut terutama pengguna kapal eksekutif di Pelabuhan Bakauheni-Merak oleh PT ASDP melakukan penambahan dermaga eksekutif yang mencakup penambahan kapasitas.

Untuk panjang access bridge Dermaga Eksekutif 2 di Pelabuhan Bakauheni sepanjang 70,5 meter dengan tinggi 9.596 meter dan lebar ruang pejalan kaki selebar empat meter.

Total nilai investasi pengembangan infrastruktur penunjang layanan dermaga eksekutif 2 tersebut berjumlah lebih dari Rp 27 miliar dan telah rampung pengerjaannya dari Desember 2023 lalu.

Ketua GAPASDAP warsa mengatakan belum adanya tarif di tetapak masih dengan tarif reguler tapi pelayanan sudah eksekutif,

“Mulai dari 16 desember 2023 belum adanya tindak lanjut penetapan tarif eksekutif, Tentu menjadi problem dari pelayanan reguler, otomatis para pengguna jasa merasakan harga reguler rasa eksekutif, pelanggan – pelanggan pengguna jasa memilih ke dermaga 1, dengan kecepatan kapal tersebut standar eksekutif mencapai 15 knot, ” ujar warsa Senin (25/3/2023).

Sehingga ketua Gapasdap tersebut mengkhawatirkan kerugian hampir mencapai gulung tikar bagi penyedia jasa pelayaran swasta.

“Penyedia jasa reguler merasakan kewalahan pada saat pelayanan di dermaga lainnya diakibatkan pengguna jasa berupaya menuju dan menaiki kapal yang dermaga 1, sehingga dermaga reguler banyak yang kosong,” papar Warsa

Genderal Manager PT ASDP Indonesia Ferry (persero) cabang Bakauheni Captain Rudi Sunarko mengatakan kesiapan sarana dan prasarana di Dermaga Eksekutif 2 telah siap.

Artinya, kata Rudi, Dermaga Eksekutif 2 telah siap beroperasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Namun, pihaknya masih menunggu intruksi dari pihak operator dalam hal ini Kemenhub untuk mengoperasikan dermaga tersebut.

“Untuk kelengkapan sarana dan prasarananya sudah siap semua. Mulai dari kesistemannya, trafiknya, dermaganya termasuk kapalnya,” kata Rudi, Selasa (27/2/2024).

“Kita tinggal menunggu intruksi dari operator dalam hal ini Kemenhub untuk mengoperasikan dermaga tersebut,” sambungnya.

Saat kegiatan rampcheck kapal di Pelabuhan Bakauheni, beberapa hari lalu, Kepala BPTD kelas II Lampung Bambang Siswoyo mengatakan kesiapan sarana dan prasarana di dermaga eksekutif 2 telah siap.

Pihaknya berharap, dermaga eksekutif 2 nanti dapat menjadi solusi, ketika terjadi penumpukan di pelabuhan.

“Pada saat angkutan lebaran nati, kita berharap dermaga eksekutif 2 bisa dioperasikan. Kita menunggu intruksi dari Kemenhub terkait hal itu. Jika, dermaga eksekutif 2 bisa dioperasikan tentunya dapat meminimalisir penumpukan di pelabuhan,” ujarnya.

Komentar