Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo Resmi Buka Penas XVI 2023 di Sumbar

Penulis :
Kanal : Berita, Budaya, Kepulauan Riau, Nasional, Sumbar657 Dilihat

Jurnalutama.com (Sumbar) – Pekan Petani dan Nelayan Nasional (Penas) XVI Tahun 2023, dilaksanakan di Kota Padang, Sumatera Barat resmi dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin, Kegiatan ini dilaksanakan sejak 10-15 Juni 2023, Kamis (15/06/23).

Dalam kegiatan ini untuk Provinsi Kepulauan Riau menyertakan 105 yakni dari Tanjungpinang, Karimun, Bintan, Anambas, Natuna, Batam, Lingga,  peserta dari kelompok Tani dan nelayan, penyuluh termasuk pendamping dan peninjau.

Melalui Pendamping Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau Eni Yuli Astuti,  menjelaskan, maksud kegiatan di antaranya membangkitkan semangat dan tanggungjawab.

“Kemandirian petani nelayan dan petani hutan dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan, ” jelasnya.

Menurut Eni, Penas XVI di Padang kali ini sama seperti sebelumnya, ” Merupakan wahana bagi para petani nelayan dan petani hutan melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Eni Yuli Astuti juga berkesempatan meninjau stan dan bersilaturahmi dengan peserta asal Provinsi Kepulauan Riau dan memberikan support serta apresiasinya.

Dia juga berharap peserta dapat membawa pulang berbagai hal positif yang nantinya dapat bermanfaat, serta menjadi inovasi bagi para peserta di masa yang akan datang.

“Pada akhirnya melalui Penas XVI ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah, ” ungkapnya.

Penas XVI 2023 kali ini dihadiri Petani dan Nelayan se-Nusantara, termasuk Gubernur, Bupati dan Wali Kota dengan total 40.000-an peserta.

“Penas tersebut merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak 1971 dan menjadi bagian yang strategis dalam upaya membangun kesepahaman diantara berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian maupun perikanan, ” pungkas Eni Yuli Astuti.

(Redaksi)

Komentar